Qur'an Flash

Qur'an Flash
"Dan Bacalah Qur'an dengan tartil" (sangat berguna terutama bagi mereka yang sedang haidh atau nifas yang tidak memungkinkan untuk menyentuh qur'an secara langsung)
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2012

Segala sesuatunya Bergilir, Maka Bersabarlah

Segala sesuatunya bergilir
Aku sedih dan terus mendalami kesedihan
Sampai ketika kusadari malam dan siang bergilir
Hmm...suatu saat kesedihan ini pun akan bergilir dengan kebahagiaan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa sempit dan terus mendalami kesempitan
Sampai kusadari musim hujan dan kering bergilir
Hmm...suatu saat kesempitan ini pun akan bergilir dengan kelapangan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa tersudut dan terus mendalami ketersudutan
Sampai kusadari semua roda berputar dan bergilir
Hmm...suatu saat ketersudutan ini pun akan bergilir dengan kebebasan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa jatuh dan terus mendalami rasa jatuh tersebut
Sampai kusadari mekarnya dan kuncupnya bunga bergilir
Hmm...suatu saat keterjatuhan ini akan bergilir dengan kebangkitan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa gagal dan terus mendalami kegagalan
Sampai kusadari seminya dan ranggasnya dedaunan
Hmm...suatu saat kegagalan ini akan bergilir dengan keberhasilan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa sepi dan terus mendalami kesepian
Sampai kusadari pasang dan surutnya air laut
Hmm...suatu saat kesepian ini aka bergilir dengan kebersamaan


Segala sesuatunya bergilir...
Aku merasa sesak dan terus mendalami kesesakan 
Sampai kusadari terang dan gelapnya purnama
Hmm...suatu saat kesesakan ini akan bergilir dengan kelegaan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa susah dan terus mendalami kesusahan
Sampai kusadari masa memanen dan menyemainya padi
Hmm...suatu saat kesusahan ini akan bergilir dengan kemudahan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa gelisah dan terus mendalami kegelisahan ini
Sampai kusadari lahir dan berpulangnya insan
Hmm...suatu saat kegelisahan ini akan bergilir dengan ketenangan


Segala sesuatunya bergilir
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(QS. 3:190)


Segala sesuatunya bergilir




Bukankah Kami (Allah) telah melapangkan dada engkau?
Dan Kami (Allah) lepaskan beban yang berat daripada engkau? 


Yang memberatkan punggung engkau.
Dan Kami (Allah) telah tinggikan bagi engkau sebutan (nama) engkau.


Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.


Maka apabila kamu telah selesai (suatu urusan), teruskanlah (dengan urusan yang lain pula).
Dan hanya kepada Rab (Tuhan) engkau hendaknya engkau berharap.

Dan tentang nikmat Rab (Tuhan) engkau hendaklah engkau ceritakan.



Segala sesuatunya bergilir
Maka bersabarlah...




baca selengkapnya - Segala sesuatunya Bergilir, Maka Bersabarlah

Senin, 09 Mei 2011

Teman, Maaf Jika Ternyata Aku Menyakitimu

Wahai teman, kau bercanda dan bergurau
Mengisi kehampaan disekelilingmu dengan tawa
Namun, aku menyakitimu!
Aku diam karena dalam candamu ada candu kebohongan
Maaf teman, aku tak sanggup tertawa.

Wahai teman, kau bersedih dan melamun
Meratapi sebuah taqdir yang kau ingkari
Namun, aku menyakitimu!
Aku diam karena dalam pengingkaranmu mengundang kemungkaran-NYA
Maaf teman, aku tak sanggup bersedih.

Wahai teman, kau semangat dan optimis
Menjalani sebuah manhaj berkedok Islam
Dimana mereka mengibarkan bendera kebid'ahan dan kekufuran
Namun, aku menyakitimu!
Aku diam karena pangkal langkahmu sebuah kesalahan,
dan berujung pada jurang kegelapan
Maaf teman, aku tak sanggup mengikutimu

Wahai teman, kau merona dan tersipu malu
Menyusup dalam qalbumu sekeping cinta
Menatap seseorang yang belum halal bagimu
Dan aku menyakitimu!
Aku diam karena susupan itu mengeluarkan kehormatanmu dari kotak kemulyaanmu
Maaf teman, aku tak sanggup mendukungmu.

Wahai teman, kau senandungkan nada-nada itu
Kau katakan sebagai penyemangat ruhmu
Melalaikanmu dari Kalamullah
Dan sekali lagi, aku menyakitimu!
Aku diam, karena senandung itu hanya menipumu dan melalaikanmu
Maaf teman, aku tak sanggup mendengarnya.

Wahai teman, mungkin...
kau akan menatapku heran dan asing
kau akan mengernyitkan dahimu dan memenuhi otakmu dengan sejuta pertanyaan
kau akan mulai menjaga jarak denganku
kau akan lebih memperhatikan penampilanku yang mulai berubah
kau akan mulai menjauhiku
kau akan mulai menganggapku aneh dan menyebalkan

Maaf teman, bukan maksud hatiku menyakitimu
Namun, aku hanya bisa diam ketika dua memori bertabrakan
Memori bersamamu dan memori ketika hidayah itu menghampiriku
Hidayah yang menuntunku untuk kembali ke jalan-NYA
dan aku tak punya pilihan kecuali aku harus kembali.

Maaf teman, aku hanya bisa diam
dan maaf jika ternyata aku hanya menyakitimu
Jika kelak aku sanggup berkata, maukah engaku mendengarku?
baca selengkapnya - Teman, Maaf Jika Ternyata Aku Menyakitimu

Senin, 28 Februari 2011

Saya Harap Anda Berhati-hati, Wahai Pengagung Demokrasi!


500 Sebelum Masehi
Diyakini sebagai pencetus Demokrasi
Menawarkan kebebasan  dalam kekuasaan rakyat
Plato(1) dari Athena, dengan 50 budak
Menorehkan tinta merah dalam sejarah awal demokrasi

Mengalami evolusi hingga awal abad 18
Henry Adams (1838-1918), seorang Amerika
Mengguratkan tintanya dalam sebuah novel "Democracy"
Kehidupan di bawah bayang-bayang Yahudi
Menantikan mawar hitam dalam setiap nisan mereka
Seorang jurnalis, historis, novelis
Hmm...

John Locke (1632-1704 M), Seorang Inggris
Penggagas konstitusi demokrasi
Eksekutif, Legislatif, Federatif
Seorang Bapak Liberalisme
Philosofinya membuahkan kekuasaan pada paham mayoritas


Montesqueu (1689-1755), seorang Perancis
Dengan trias politica sebagai pilar demokrasi
Legislatif, Eksekutif, Yudikatif
Mengambil inspirasi dari kekaisaran roma
Membagi masyarakat menjadi monarki, aristokrasi dan commons
Mengesahkan kepemimpinan negara dalam genggaman wanita


Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
" مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "،
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”(2)



Mencoba memahami dan bertoleransi, lalu membandingkan
Kulihat Amerika, ah....tak sejaya bangsa itu
Bangsa Arab dibawah kepemimpinan Rasulullah

Kulihat Inggris, ah...tak seaman dan setentram kaum itu
Kaum yang berada dalam pemerintahan Umar Ibn Khattab

Kulihat Perancis, ah tak semakmur masa itu
Masa yang berada dalam pengaturan Umar Ibn Abdul Aziiz

ah.....ternyata toleransi jenis ini tak bisa tersematkan dengan baik

Hari ini, mereka menganutnya
Negeriku Indonesia, Mesir, Libia, Bahrain...
negeri-negeri muslim....
Lihatlah jejak siapa yang kalian ikuti!
Mengikuti jejak dari sumber yang tak sebaik Rasul kita
apatah lagi hasil yang baik tidak pernah terpetik dari kelahirannya

Apa yang membuat kalian yakin dengan semua ketidakpastian dan karya pikir manusia ini?

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
" مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "،
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”
Rasulullah sholallaahu'alaihi wasallam bersabda:

(مَنْ دَعَا إِلىَ هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذِلكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلََةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آَثاَمِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلكَ مِنْ آثَاِمهِمْ شَيْئًا)

'Barangsiapa yang mengajak kepada hidayah, maka baginya pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, dan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun". (HR. Muslim, dari Abu Hurairah).

Padamu pencetus demokrasi di negeri Indonesia
Padamu pencetus demokrasi di Mesir
Padamu pencetus demokrasi di Libia
Padamu pencetus demokrasi di negeri-negeri muslim,
Saya yakin Anda tidak bisa membawa kami pada perubahan yang lebih baik
Karena Anda membuat tandingan terhadap hukum Rabb kami
yang telah menjamin kami dengan kebahagiaan dalam kemurniaan tauhid dan ketaatan pada-NYA...


Allah Sang Pemilik Hukum, Maha Sempurna dengan Segala Hukum-Hukum-Nya, berfirman:
"Tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukmin apabila ALLAH dan Rasul-NYA telah menetapkan sebuah ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka..." (QS. Al-Ahzab:36)

Kepadamu, pencetus dan pengagung demokrasi, Saya harap Anda berhati-hati.....

Rasulullah sholallaahu'alaihi wasallam bersabda:

(مَنْ دَعَا إِلىَ هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذِلكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلََةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آَثاَمِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلكَ مِنْ آثَاِمهِمْ شَيْئًا)
'Barangsiapa yang mengajak kepada hidayah, maka baginya pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, dan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun". (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)


Apalagi jika Anda masih seorang muslim...

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
" مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "،
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”



Semoga ALLAH memberi saya, kamu, dan seluruh kaum muslimin hidayah dan taufiq untuk terus berada di jalan-NYA.


Allaahua'lam walhamdulillaahi Robbil 'aAalamiin.



Sekedar Coretan:
1. Saya tidak membandingkan negara muslim zaman sekarang dengan negara penganut demokrasi, karena sebagian negara muslim telah mencampur kehidupan mereka dengan paham demokrasi. Saya hanya bisa membandingkan kehidupan tanpa paham demokrasi (dan ini baru saya temukan hanya ada pada zaman dahulu, dan saya berharap masa itu akan terulang lagi kelak) dengan kehidupan para penganut demokrasi, dan tidak bisa membandingkan jika terjadi campuran.

2. Bagi mereka penganut paham demokrasi, jangan tersinggung dengan tulisan ini apalagi mau mencoba berdebat disini. Apalagi dalam paham demokrasi yang kalian anut kan bebas berpendapat, jadi boleh aja dong kalau saya berpendapat seperti ini, hehe...tapi satu hal yang perlu kalian ingat, karena saya bukan penganut paham demokrasi, jadi boleh dong saya tidak setuju dengan paham kalian, dan menganggap pemahaman itu salah. Terima kasih.

3. Untuk saudara-saudaraku muslim, boleh aja sih (dan saya setuju) kalau kita boikot produk barang dari negeri kafir (apalagi yang membunuh saudara-saudara kita), tapi bagaimana bisa kita berkoar-koar memboikat produk barang-barang dari mereka, sedangkan produk pemikiran mereka kita pakai, amalkan, bahkan kita labeli dengan kalimat islami, sehingga muncullah Demokrasi Islami...what a weird! Allaahumusta'an.

4. Saya berharap sangaaaaaaaaat, semoga ALLAH mengembalikan kejayaan kepada kaum muslimin, dan kejayaan itu hanya bisa diraih dengan mengikuti jejak pendahulu kita. Hanya mengikuti saja lho, tidak perlu ada penambahan....Baarokallaahufiikum.










Catatan kaki:

(1) ada juga yang menyebut bahwa itu sebenarnya Pericle (430 SM)
(2) Diriwayatkan oleh Al-Bazzaar dalam Al-Bahruz-Zakhaar[21] 7/368 no. 2966 dan dalam Kasyful-Astaar no. 144, serta Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath[22] no. 8327; dari jalan Muhammad bin Marzuuq, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul-‘Aziiz bin Al-Khaththaab, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Aliy bin Ghuraab, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyaam bin Hassaan, dari Muhammad bin Siiriin, dari Abu ‘Ubaidah bin Hudzaifah, dari ayahnya radliyallaahu ‘anhu.
baca selengkapnya - Saya Harap Anda Berhati-hati, Wahai Pengagung Demokrasi!

Selasa, 01 Februari 2011

Please Dech, Jangan Belagu...!

Penampilan necis gaya perancis
Bergaya klimis dengan brisk(?)
Berbicara dengan gaya british
Merasa diri seakan artis
Please dech, jangan belagu!

Berkendara dengan mobil mewah
Lisensi asli dari Amerika
Mainkan pedal gas di jalan raya
Kanan kiri tabrak saja
Please dech, jangan belagu!

I love you, beib...
Umbar gombalisme bikin si dia megap-megap
cuma buat happy happy, gak mau tanggung jawab
Bikin anak orang berputus harap
eh malah cari target lain yang lebih mantap
Please dech, jangan belagu!

Rokok sebungkus jadi sarapan
Siang-siang cimeng jadi santapan
Vodka dan Orange jadi kesenangan
flying dech di kegelapan
Please dech, jangan belagu!

Bicara politik gaya eksekutif
Menghujat penguasa yang gak inisiatif
merasa diri sudah produktif
Sok peduli padahal fiktif
Diminta solusi? ih...gak kreatif
Please dech, jangan belagu!

Tebar salam jual pesona
maksud hati memikat bunga
Alih-alih berhijab, eh ketemuan juga
tapi gak mau dibilang zina mata
Berharap berdamping dengan bidadari surga
tapi maharnya koq gak ada
Please dech, jangan belagu!!





Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits "Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata : sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya" (HR Bukhari Muslim).



baca selengkapnya - Please Dech, Jangan Belagu...!